Lukisan Semar gaya Surakarta.
Terdapat beberapa versi tentang kelahiran atau asal-usul Semar. Namun semuanya menyebut tokoh ini sebagai penjelmaan dewa.
Dalam naskah Serat Kanda dikisahkan, penguasa kahyangan bernama Sanghyang Nurrasa memiliki dua orang putra bernama Sanghyang Tunggal dan Sanghyang Wenang. Karena Sanghyang Tunggal berwajah jelek, maka takhta kahyangan pun diwariskan kepada Sanghyang Wenang. Dari Sanghyang Wenang kemudian diwariskan kepada putranya yeng bernama Batara Guru. Sanghyang Tunggal kemudian menjadi pengasuh para kesatria keturunan Batara Guru, dengan nama Semar.
Dalam naskah Paramayoga dikisahkan, Sanghyang Tunggal adalah anak dari Sanghyang Wenang. Sanghyang Tunggal kemudian menikah dengan Dewi Rakti, seorang putri raja jin kepiting bernama Sanghyang Yuyut. Dari perkawinan itu lahir sebutir mustika berwujud telur yang kemudian berubah menjadi dua orang pria. Keduanya masing-masing diberi nama Ismaya untuk yang berkulit hitam, dan Manikmaya untuk yang berkulit putih. Ismaya merasa rendah diri sehingga membuat Sanghyang Tunggal kurang berkenan. Takhta kahyangan pun diwariskan kepada Manikmaya, yang kemudian bergelar Batara Guru. Sementara itu Ismaya hanya diberi kedudukan sebagai penguasa alam Sunyaruri, atau tempat tinggal golongan makhluk halus. Putra sulung Ismaya yang bernama Batara Wungkuham memiliki anak berbadan bulat bernama Janggan Smarasanta, atau disingkat Semar. Ia menjadi pengasuh keturunan Batara Guru yang bernama Resi Manumanasa dan berlanjut sampai ke anak-cucunya. Dalam keadaan istimewa, Ismaya dapat merasuki Semar sehingga Semar pun menjadi sosok yang sangat ditakuti, bahkan oleh para dewa sekalipun. Jadi menurut versi ini, Semar adalah cucu dari Ismaya.
PELAJARI MENGENAI WAYANG
Wayang merupakan salah satu kesenian yang memiliki kesan nyata dan mistis . Kebanyakan orang belum banyak mengenal lebih dalam tentang filosofi cerita wayang khususnya para ramaja . Para kaula muda saat ini hanya mengemal musik – musik rock dan musik pop saja ,bahkan banyak para remaja yang kurang menyukai musik gamelan , keroncong dan musik Qosidah . Banyak para remaja yang menyukai musik dangdut yang anarkis .Yang dimaksud anarkis adalah mereka menonton sebuah acara orkes dengan bergoyang sesuka hati tetapi jika salah satu dari merka tersenggol maka yang tersenggol pun marah dan pada akhir nya terjadilah tawuran antar desa .
Di Indonesia banyak bahan dan bentuk wayang , ada yang terbuat dari kulit lembu , dari kayu dan ada pula yang ter buat dari rerumputan .Bentuk – bentuk wayang yang ada di Indonesia yaitu wayang kulit , wayang golek , wayang gagrak ,dll.
Sumber cerita wayang berasaldari India yaitu dari kitab Ramayana dan Mahabaratha . Ramayana menceritakan tentang kesetiaan seorang istri yang diculik oleh raja yang sangat kejam yang bernama Pr Rahwana . sedangkan Mah abaratha menceritakan tentang kerakusan seorang Raja yang bernama Pr Suyudana yang pada akhirnya tewas dibunuh saudaranya yang bernama Bratasena dalam peperangan Bharatayuda .Menurut pendapat para ahli budaya India menyebutkan bahwa kedua buku tersebut memang benar – benar terjadi dan ada di India .ada yang menyebutkan sebagai berikut :
a .Negara Alengka berada di Srilanka .
b .Negara Madras berada di Negara Madras .
c .Negara Indraprastha berada di Delhi .
Menurut Raja dari India yang benama prasad ,menerangkan bahwa perang bharatayuda terjadi pada tahun + 2000 SM .Bangsa Indonesia mendapatkan cerita tersebut dari para pedagang yang menyabarkan agama hindusi tanah jawa . Parapujangga dari Indonesia mengubah bukutersebut bukan berati menjiplak karyaorang lain , tapi para pujangga Indonesia hanya mengubah buku tersebut sehingga menjadi lebih Indah serta memuat kias hidup manusia menjadi nyata .
Pada saat ini banyak para kaula muda jarang mengenal nama –nama tokoh dalam pewayangan . Oleh karenaitu kita harus bisa melestarikan budaya jawa agar anak cucu Bangsa bisa tahu lebih dalam mengenai filosofi yang pernah ada di Indonesia .
